Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Oktober 2012

Waiting.....

haihai....
               hari ini tergetku adalaaahh..... menyelesaikan BAB I dan BAB III proposalku.. alhamdulillah BAB I kelar, tinggal BAB III yang masih kurang sanasini.. besok selesein di perpus lah.. :D
tiba-tiba pengin nulis,, dan akhirnya aku pun menulis... :)
               mmm...umurku sekarang memang sudah menginjak usia dewasa.. tapi aku masih merasa bahwa aku belum pantas untuk menyandang umur ini. dibanding teman-temanku mungkin aku masih seperti anak remaja, belum bisa berpikir dewasa. tapi terkadang jika suatu hal menuntutku untuk dewasa, nalur itu muncul juga si... :)
               aku masih sering ragu dalam mengambil keputusan yang akhirnya merugikan diri sendiri. tapi sejauh ini aku bisa mengantisipasi kesalhanku ini. doaku... semoga seiring bertambahnya usiaku dan semakin berkurangnya sisa umurku, aku bisa semakin berpikir dewasa. mudah-mudahan proses yang akan kujalani kedepan dapat kulalui dengan baik dan bisa membentuk kepribadianku sehingga lebih berkarakter. amin
#aminin ya pemirsa... :) makasihhhhh
               oh iyaa.... sebagai seorang perempuan, ehm wanita,,, :D aku pun menanti. menanti nya yang entah siapa. menanti dia yang kalau boleh kuhayalkan.... adalah... seorang pangeran berkuda putih berkacamata, murah senyum, manis, tinggi, putih, bersih, rapi , padanganya meneduhkan, pembawaannya tenang dan punya wibawa #ehh banyak amatt... hehee.... siapapun boleh punya harapan seperti itu kok. tapiiiii jangan sampai harapanmu itu membodohimu sendiri ayuu... boleh berharap, semua putri (putri dari ayah dan ibu masing-masing) di dunia ini pasti mengharapkan seorang pangeran/putra mahkota (putra dari ayah ibu masing-masing juga dan pake mahkota sendiri.. :D) yang terbaik. baik menurut setiap orang itu berbeda, itu berdasarkan prinsip dan mungkin juga pengalaman hidup mereka. jika menurutku yang baik seperti tadi (secara fisik loh yaa.. secara kepribadian ada lagiii... :D karena aku bukan hanya melihat secara fisik tapi juga dalem-dalemnya.. ya kan ladies?), pasti lah menurut putri lain berbeda. tapi itu sah-sah saja.
             dan dalam harapan itu, kita juga harus mempunyai keyakinan, "bahwa",,, yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik di mata Allah. Ia yang tahu segalanya, Ia telah menyiapkan satu yang terbaik untuk kita, yang sesuai dengan kita. Jadi, boleh berharap, asal tameng ini jangan lupa yaa... jadi bilapun yang kita temui tidak persis seperti apa yang kita harapkan, kita harus siap dan menerima, dan kita harus menyadari bahwa dia yang terbaik untuk kita. lalu,,kita juga harus jadi yang terbaik untuknya... :)  

               bagi yang masih menanti (seperti saya),,percayalah.. penantian kita tidak akan sia-sia.. Karena ,,, Allah karena suatu hal meminta kita untuk menunggu, walaupun menunggu membuttuhkan banyak hal -kesabaran,iman- tapi penantian ini bukanlah hal yang siia-sia... jika waktunya tiba nanti,,bersiaplah untuk kebahagiaan yang Ia siapkan untuk kita ;)

akuriu

Rabu, 11 Mei 2011

Untitled........................part 5

....................................................................................................................................................
Hari demi hari berlalu begitu cepatnya, dan kini tak terasa sudah bulan may, bulan kelima di tahun 2011. Ini berarti sudah lima bulan kami begini. Sedih memang, tapi aku selalu berusaha. Aku berusaha biarpun ia selalu mengacuhkanku.
Pagi ini daun-daun berselimut embun, mentari tak secerah biasanya, awan mendung melayang-layang ringan di udara, jauh di atas jangakauanku. Pagi ini sungguh melukiskan isi hatiku. Hoaammm….kantuk masih saja menghantui kendati badan ini sudah tersapu splash-splash besar air dingin. Brrrr…dinginnya masih terasa, menusuk nusuk kulit bagai mengenakan baju berbahan tangkai mawar.
Aku membangunkan tidur panjang lapita (notebook kesayanganku), kubuka internet explorer untuk membuka blogku. Salah satu hobiku adalah web designing and a little writing, aku memiliki sebuah blog bernama Another world in my world. Langsung saja aku masuk ke dasbor, dan mengklik statistic, hal yang selalu aku lakukan setiap kali membuka blog. Lalu kuarahkan kursor ke posting, lalu new post, dan aku mulai mengetik. Splash juga salah satu sahabat karibku, aku rajin mencurahkan isi hatiku padanya. Dan ia adalah pendengar yang baik.
Sudah beratus-ratus entri kubuat di blogku,aku banyak menulis tentangnya di sini. Mulai dari awal sampai detik ini.
“dear ki
ki, aku mau curhat, hari ini satu usaha lagi aku lakukan. Kau tahu apa itu? ya..kau benar, aku membuat sekotak kue kering berbentuk wajahnya dengan berbagai ekspresi. Seperti yang pernah ku lakukan dulu. Kuharap ia mau menerima kotak itu. doakan aku ki…”
Lalu klik terbitkan entri.
Aku ingat aga punya blog juga, blognya yaitu kembara sang pengelana. Setidaknya itu blognya dulu sebelum dia amnesia. Iseng, aku coba buka blog itu, aku tak pernah berharap aka nada entri baru dari aga yang sekarang. Dan nyatanya, memang tak ada. Pastilah ia lupa passwordnya. Atau bahkan ia tak ingat ia punya blog. Jelas sekali.
Kemudian, seperti biasa aku berjelajah ke blog-blog tetangga. Aku banyak belajar dari mereka, sang inspiratorku. Akhirnya aku tiba di suatu blog yang membuatku terpukau. Entri-entri yang ia buat sungguh menyentuh hati. Aku kagum. Karena itu, kucoba telusuri sang pemilik blog. Setelah sekian lama mengobrak-abrik isi blog, kemudian kutemui sebuah fakta yaitu bahwa ternyata sang bloger adalah aga. Aga yang sekarang. Agam, Aga aMnesia. Begitu aku menyebutnya sekarang.
Dari yang kulihat, Ia baru membuat blog itu sekitar 3 bulan yang lalu. Tapi entrinya sudah mencapai 234 dan pengunjungnya melebihi 700  visitors, lalu followersnya tak kurang dari 150 blogger lain.
Kubaca entri2entri nya satu persatu tanpa bosan. Ternyata aga selama ini mencurahkan segala isi hatinya di blog ini. Blog sang Amnesis, begitu ia menyebutnya

akuriu

Selasa, 10 Mei 2011

Untitled........................part 4

.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
Sore ini daun-daun bergemerisik tersapu semilir angin. Langit melukiskan warna jingga muda di ujung barat. Sore ini sungguh cerah. Kemudian terlintas sesuatu di pikiranku, sepertinya ada baiknya jika aku mengajak aga bermain basket. Mungkin ini salah satu cara yang tepat untuk mengembalikan ingatan aga. Dokter bilang “akan lebih baik jika nak aga selalu diajak untuk melakukan hal-hal yang sama seperti sebelumnya. Ini akan membatu mempercepat penyembuhan aga. Apalagi jika ia selalu didekatkan dengan orang-orang yang sangat disayanginya.”
Aku bergerak cepat mengambil bola basket di gudang penyimpanan, lalu aku berjalan menuju rumah aga di seberang jalan.
“kak agaaa……..”
“ehh..kania..sini masuk nak”
“ah..nggak tante, Kak Aganya ada tante? Mau ngajakin main basket. Udah lama nggak main”
“wah..bagus kalau begitu. Terima kasih banyak ya nak, kamu memang baik sekali. Sebentar tante panggilkan aga”
Wanita sebaya mamaku itu lantas menghilang di balik gorden berwarna gold berlukiskan kupu-kupu yang cantik. Wanita itu sangat lembut dan baik padaku.
Tak lama kemudian sebuah kepala menjulur dari jendela kaca tepat di hadapanku.
“berisik kamu….kamu pikir aku mau? Hhh…” itu yang dia ucapkan. Sakiiiiit sekali. Dengan langkah goyah aku berjalan pulang. Tak disangka tak diduga, hujan turun membasahi bumi dimana aku berpijak.
Hujan, ia memang sahabat karibku selama ini. Ia selalu menemaniku. Mungkin seandainya ia berjiwa, jiwa kami telah menyatu. Tapi meski hujan tak berjiwa, kami benar telah menyatu. Lihat saja kali ini, ia turun dari singgasananya sekedar menemani langkah goyahku. Ia tahu aku ingin menangis, hingga ia turun menemaniku, membiarkan rintiknya jatuh bersama air mataku. Ia tahu kalau aku tak ingin tangisku dilihat orang. Kau sahabat baikku hujan. Terima kasih..

akuriu

Untitled........................part 3

......................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................  
Ia samasekali mengacuhkanku, sangat cuek, seperti tak menyadari keberadaanku disana. Aku benar-benar seperti mengulang waktu, waktu dimana aku dan dia masih seperti embun dan daun talas. Oh tuhan….mengapa harus terjadi lagi? 
Tapi bedanya, kali ini aku mencoba menjadi embun yang baik. Dengan penuh harap aku selalu mencoba merasuk ke cela-cela daun. Mencoba meresap dan melebur di dalamnya. walau kini sang daun talas memiliki zat penangkal air yang sangat hebat.
Sesaat kemudian, kak Aga keluar menunggang kuda bajanya. Ia nyalakan mesin, lalu berbelok. Masih mengacuhkanku. Sebenarnya aku ingin menangis saat itu juga, bukan karena ia meninggalkanku, melainkan karena perubahan ini. Tapi aku mencoba untuk tegar, demi dia.
Dengan tekad kuat untuk mulai mengembalikan ingatan Aga, kukayuh sepedaku menyusul Aga. Laju kudanya tak begitu cepat hingga aku bisa menyusulnya. Aku mengambil tempat di sebelahnya, lalu berceloteh seraya berteriak.
“Kak..ingat nggak dulu kita selalu bersepeda lewat jalan ini ?”
Tak ada jawaban, yang ia lakukan hanya menutup kaca helm dan mempercepat laju kudanya. Tampaknya ia benar-benar alergi padaku. melihat responnya, seakan ia melihatku sebagai bom waktu, yang bisa meledak kapan saja sehingga ia perlu untuk menghindar bahkan menjauh dariku. Fuuuhh……… tapi aku takkan menyerah. Kukayuh lebih cepat sepedaku hingga aku berhasil mensejajarkan diri dengannya. Sekali lagi aku berceloteh sedikit berteriak
“lihatlah trotoar itu, masih sama seperti dulu, masih dipenuhi pedagang jajanan tradisional. Dan lihat di sana, itu kumpulan bocah kecil penjual Koran, kau sering berkata “kasihan mereka, kalau saja aku punya panti asuhan, aku tak akan membiarkan mereka seperti itu” . Dan dulu kita sering ke sini sekedar untuk memotret kehidupan di sini. Lalu lihat di sebelah sana, danau kota yang  rindang, dulu kita sering sekali ke sana.. blab bla bla” aku berteriak-teriak sepanjang jalan. Mungkin aku hampir mirip orang gila kalau saja aku tak berpakaian rapi. Dan sekali lagi tak ada jawaban, Aga semakin mempercepat laju kuda bajanya.
Sedetik kemudian, sampailah kami di kampus……..
Layaknya kampus lain, kampus kami tak pernah sepi. Sampai di sini, kami harus berpisah jalan, itu karena kami berbeda jurusan. Dia di arsitektur, dan aku di kebidanan.

akuriu

Senin, 09 Mei 2011

Untitled........................part 2

.....................................................................................................................................................
Melihat begini, anganku melayang terbang jauh melintasi dimensi waktu. Jauh di penghujung tahun yang lalu, ketika semua masih normal.
Di suatu malam di penghujung tahun yang lalu, kita bercengkerama akrab di balkon rumahmu. Langit malam itu penuh bertabur bintang, dan beberapa ekor kunang-kunang menari-nari centil di atas kepala kita. Di bawah keajaiban malam itu kau bercerita riang akan kejadian hari itu. ku dengar kata demi kata yang kau tutur dengan penuh perhatian. Aku begitu bahagia dengan suasana itu.
Kemudian anganku terbang menuju suatu waktu, di mana aku harus menyaksikan kejadian mengerikan itu. aggghhhhh…….aku tak kuat
“re…kamu kenapa?” seseorang menepuk pelan bahuku, membuat anganku kembali ke tempat kini kuberpijak. Untuuuuuung saja. Sangat tepat waktu.
“sudahlah nak, jika memang datang dari hati maka suatu saat nanti pasti akan muncul kembali..” kata seorang wanita cantik dihadapanku, senyumnya sungguh mempesona, seperti bunga mawar yang merekah. Ucapnya sungguh menenangkan hatiku, tapi aku masih heran, dari mana mama tahu aku sedang memikirkan hal itu?! mama melanjutkan petuahnya dengan sabar, “tak perduli biarpun ia amnesianatau apapun. bersabarlah nak..bla bla bla.” Semakin lama kata-kata mama samar-samar saja kudengar.
Yaa..aku memang takut, aku takut dia meninggalkanku. Aku takut dia lupa akan perasaannya yang dulu, walaupun sebenarnya memang dia telah lupa. Dia lupa segalanya, dokter memvonisnya amnesia akibat kecelakaan di awal tahun ini. Pria yang malang.
Sejak saat itu semuanya berubah. Keakraban yang baru terjalin beberapa bulan, harus  pupus oleh kecelakaan itu.  aku  akui, dulu kami memang seperti anjing dan kucing atau seperti minyak dan air yang tak pernah bisa akur. Keluarganya adalah pendatang baru di desaku, di awal kepindahannya ia begitu acuh padaku, ia seperti menganggap ku tak pernah ada. Dan nyatanya, ia menganggapku sebagai tetangga depan rumah biasa. Dan aku bersyukur untuk itu, karena dulu aku membencinya, sungguh benci. Pernah terbersit sebuah pikiran di benakku, bahwa aku tak ingin mengenalnya, sampai kapanpun!
Namun, tuhan berkehendak lain, suatu keajaiban datang ke tengah-tengah kami, sehingga kami bisa menjalin sebuah pertemanan yang kian lama kian akrab. Dari yang semula hanya saling berucap “hai”, kemudian “sedang apa?”, lalu “apa kau sibuk?” Hingga “bagaimana kalau kita pergi bersama?” Hampir setiap sore hari, kami bermain basket di halaman rumahku, ia selalu menantangku dan itu membuatku bersemangat.
Namun kini semuanya harus berulang, dari awal, benar-benar dari awal. Sama persis seperti saat kepindahannya.
“kania…… ayo sarapan“
Subhanallah..apa yang kulakukan dari tadi? Aku melamun, ya aku melamunkan dia. Begitu asyiknya aku melamun, sampai-sampai aku tak merasakan langkah kaki mama tadi.
“iya ma…” kujawab sambil menyapukan mataku ke arah rumahnya. Ia sudah tak ada, sepertinya sudah selesai dia mencuci kuda bajanya. Lalu aku melangkah keluar, dan memulai sarapan pagiku.
***
Kata mama, tadi aku terlihat begitu gelisah dan pandangan mataku kosong tak berfokus. Mungkin mama merasa kasihan pada anak putrinya ini, sehingga ia membiarkanku pada lamunan itu.
Kini tiba saatnya aku berangkat kuliah. Mama sudah berangkat bersama papa beberapa menit yang lalu, tinggal aku yang tersisa. Aku melangkah keluar rumah, di luar aku disambut seorang paman (supir pribadi yang aku anggap sebagai paman sendiri).
“ayo mbak berangkat….” Tuturnya lembut
“ahh..aku berangkat sendiri aja paman…nggak apa-apa kok, aku bisa. Ok? ” kusunggingkan senyum untuk paman, sebagai sogokan.
Aku hanya ingin semua seperti biasa lagi, seperti dulu, sebelum tahun ini berawal. Bersepeda bersamanya ke kampus, kebetulan kampus kami tak begitu jauh dari rumah, dan dulu kami selalu bersepeda. Beriringan sepanjang jalan, bersenda gurau di atas sepeda masing-masing atau terkadang kalau malas, aku memboncengnya. Hihi..lucu sekali
Kuambil sepeda violetku, kukayuh dengan penuh semangat, kulambaikan tangan pada paman –layaknya putri kate yang hendak pergi-. Sekitar 5 atau 6 kayuhan sepeda, sampailah aku dirumahnya, kutarik rem sepeda dan kutapakkan sebelah kakiku ke aspal.
“Kak agaaa……ayo berangkat” aku memanggilnya dari balik pagar besi rumahnya, sperti ini yang selalu aku lakukan. Begitu juga selama 2 hari yang lalu. Aku cukup senang.
“ngapain kamu disitu? Aku bisa berangkat sendiri kok!” katanya ketus sambil menguyah roti di mulutnya yang belepotan selai blueberry. Pemuda itu terlihat kerepotan dengan penampilannya, kancing kemejanya naik satu tingkat dari seharusnya, tasnya digendong sebelah bahu dengan resleting yang masih terbuka hingga secarik kertas bergambar denah rumahnya mencuri lihat ke dunia luar tas, ku sela dia di tengah kesibukannya 
“kancing kemejamu kak…hahahaa” kubilang. Dan ia mengacuhkanku begitu saja.
Dan satu lagi, tampaknya kaos kakinya berbeda warna –kalau aku tak salah lihat- ckckckkk. Dan ternyata benar, karena seketika itu juga ia lenyap ke dalam rumah dan keluar dengan penampilan yang berbeda. Kali ini sangat rapi. Perfect…
Ia samasekali mengacuhkanku, sangat cuek, seperti tak menyadari keberadaanku disana. Aku benar-benar seperti mengulang waktu, waktu dimana aku dan dia masih seperti embun dan daun talas. Oh tuhan….mengapa harus terjadi lagi? 
akuriu

Minggu, 08 Mei 2011

Untitled..... part 1




Seleret sinar mentari pagi menyusup masuk kamarku lewat celah sempit diantara gorden  yang terhempas semilir angin dari fan yang lupa kumatikan semalam. Seleret sinar itu perlahan-lahan mengenai sebelah mataku, hangatnya menjalar hingga ujung kaki. Membuat tidurku semakin lelap. Namun, kicau burung di luar dan kegaduhan bocah-bocah kecil tetangga sebelah membuatku beranjak dari tidur lelapku.
Kusingkap gorden berwarna ungu cerah -kesukaanku-, kubuka jendela dibaliknya, kurasakan lembutnya sapaan udara pagi, kuhirup napas dalam-dalam masih dengan mata tertutup, hmmmmmmmm……..segarnya
Kuhempaskan napas sambil menyudutkan bibir bermaksud membentuk sebuah simpul senyum dan perlahan kubuka kedua kelopak mataku. Kuedarkan pandangan mataku ke segala arah masih dengan senyum manisku -kuharap-, hingga tiba pandanganku di suatu titik jauh di depanku. Kulihat sosok lelaki  yang tengah mencuci kuda bajanya. Seharusnya aku gembira melihatnya, namun entah mengapa senyum yang tadi tersungging kini justru mulai memudar dan berubah menjadi parabola yang menghadap ke bawah.
Seketika aku terduduk di sudut jendela kamarku, kupandang lekat-lekat wajahnya. Raut mukanya begitu tenang, damai, tak sedikitpun kegelisahan terlukis di wajah tampannya. Kuperhatikan dalam-dalam segala tingkah polahnya, hmmmm….. sampai saat ini aku masih belum menerima dokter memvonisnya sakit. Melihat begini, anganku melayang terbang jauh melintasi dimensi waktu. Jauh di penghujung tahun yang lalu, ketika semua masih normal.
..............................................................
akuriu

Jumat, 06 Mei 2011

cuz i'm thingking about you - so hurt

     Lagi. lagi-lagi aku menulis sesuatu tentangmu. entah sampai kapan ini akan berlanjut, dan entah kapan ini akan berakhir. berkali aku memutuskan untuk berhenti menulis tentangmu. namun, kata-kata ini selalu bermunculan dalam benakku, dan sayangnya tak kuat aku menahan perihnya. terlalu sesak dada ini untuk terus menyimpan. tak ada hal lain yang dapat kulakukan. seseorang yang sesungguhnya aku inginkan tuk jadi pendengar kisah piluku ini, tak lain adalah dia, dia yang ... hhhhhhh..sudahlah tak sanggup lagi aku berbicara tentang dia. aku sedikit kecewa padanya. tingkah polahnya terlalu membuatku muak. dan ialah salah satu penyebab semua ini.
aku yang malang

akuriu

Minggu, 03 April 2011

mimpi vs kenyataan

            satu hal lagi terjadi,, setalah aku bermimpi tentang dia, hari ini (pagi tadi, sebelum handphoneku ilang)aku melihatnya secara nyata. raut wajahnya sama persis seperti dalam mimpi. perbedaannya yaitu, jika dalam mimpi kami (aku merasa) begitu dekat, kini -setelah aku melihatnya secara nyata- aku malah merasa jauh... jauuuuhhhhh seperti ada jurang diantara kami.
sedinyaaaa......................................

-akuriu-

Sabtu, 02 April 2011

cinta monyet =D

Sangatlah lucu ketika mengingat kejadian masa lalu. Kala kita duduk di bangku SMP. Cerita persahabatan yang indah, juga mungkin ada cerita cinta (hehehee). Setiap dari kita pasti mengalami keduanya. Dulu, aku punya sahabat (sampai sekarang masih jadi sahabat donk), yang kemana-mana bareng, duduk depan belakang, ke kanting bareng, satu jajan yang lain jajan, satu ga jajan yang lain ga jajan. Hmmmm….kangen kaliaaannn……
Dulu, aku mengamati salah seorang teman (cowo’..hhe), sebut saja X, kami bareng mulai kelas 8 sampe  9. Awalnya biasa aja, tapi lama-lama kok aku merasa grogi, aku malu kalo ada dia, semakin lama aku gak berani menatapnya kecuali secara diam-dian (ceritanya curi-curi pandang gitu), dan aku deg-degan kalo deket dia. Aku juga merasa marah kalau dia dekat-dekat dengan teman cewe. Aku yang masih sangat polos pun tak menyadari apa arti semua ini. Baru berapa lama kemudian aku menyadari bahwa, mungkin aku suka dia. Hadeh..masih keciiiilllll
Dan parahnya, kayaknya si X tau kalo aku ada apa-apanya ni, terlihat dari sikapnya yang agak aneh. Haduh..bodohnya aku yang gak bisa menyembunyikan perasaan. Bodoh,bodoh,bodoh…
Semakin lama kita bersama, rasa itu semakin subur terpupuk oleh waktu (hehe). Semakin aku grogi,semakin aku dagdigdug, semakin aku berkeringat dingin. *parahh…  satu hal yang sangat menyakitkan, terjadi waktu kelas 9, aku mendapat informasi bahwa X suka sama temenku (beda kelas). Hikshikshiks………bagai tersambar petir, aku langsung badmood. Uhhh…kenapa harus dia (kupikir). Kenapa bukan aku?
Begitulah kisah cinta monyetku di SMP yang tanpa akhir yang jelas (nggantung), gak sad ending, apalagi happy ending…
akuriu

dulu atau kini

akuriu

kau datang dari masa lalu
kau membawa kenangan darinya
kau membuatku terbayang
hitam putih masa lalu

dulu
kau selalu di hati
dulu
tiada jarak yang memisahkan
tapi dulu
kau selalu menjauh
dan kini
setelah jarak tercipta jelas
akhirnya kau mendekat

namun kini
rasa itu tak lagi ada
kini
rasaku tlah dimiliki yang lain

andai kau datang lebih cepat........