Jumat, 01 April 2011

aku hari ini

Aku hari ini
Dalam  jarak ini, raut wajahmu tak begitu jelas kulihat, namun setiap langkah kakimu ke depan, serta setiap langkahku ke kedepan, membawa kita menerjang  kata ‘ jarak’. Semakin dekat, makin dekat, mendekat lagi, dan akhirnya kita berada pada garis yang sama. Entah mengapa, dari jauh aku berani memandang ke arahmu, tapi setelah jarak tak lagi ada, aku tak kuasa menolehkan kepala walau hanya sejenak. Yang ku bisa lakukan  hanya menunduk menatap kubik-kubik lantai kampus.
Teruuuss kita melangkah ke depan,,,dan setiap langkah ini mencipta kata ‘jarak’, yang sebelumnya telah kita terjang. Semakin melangkah, semakin jarak itu jelas tercipta. Hati berbisik pelan, berkata bahwa aku harus menoleh. Bisikan itu aku acuhkan saja, sementara aku terus melangkah.
            Semakin banyak langkah yang aku tapakkan, semakin panjang sela diantara kita. Bisikanpun semakin menggebu, dan akhirnya aku tak kuasa lagi mengacuhkannya. Aku menoleh tepat sebelum langkah kakinya yang terakhir membawanya menyusup kedalam kegelapan koridor.


menunggu hujan ,angin, serta Guntur lelah bermain-main


Tirai hujan mengurungkan niatku untuk pulang. Lelah yang seharian tertahan ini pun semakin menjadi. Kurasakan jari-jemariku mulai mengeriput, tanda tubuhku sudah terlalu lama merasakan hawa dingin. Sore itu, ketika seluruh mahasiswa tengah menikmati hangatnya dekapan selimut bulu mereka di rumah masing-masing, aku masih terduduk di bangku panjang depan ruang kelas, sendiri, hanya sendiri ditemani rintik hujan.
 

Cerobohnya aku, luput memeriksa bagasi motor lebih dahulu sebelum berangkat menuju tempat dimana aku terperangkap saat ini. Semakin lama, music hujan tak terdengar solo lagi, kini ia berduet dengan Guntur  yang sungguh membuat jantung hendak terlontar dari rongga mulut. Aku benar-benar ngeri dibuatnya.
Hmmmmm…..andaaaaiiii seseorang berada di sampingku saat itu, menemaniku menikmati konser alam dan menunggu hujan ,angin, serta Guntur lelah bermain-main…..indahnyaa…..

Kamis, 31 Maret 2011

Komik “Dream High” akhirnya dirilis !!



Komik “Dream High” Vol.01 sudah dirilis lho.. dan udah di toko-toko buku pada tanggal 30 Maret kemaren. Drama musim dingin yang sangat populer ini, dibintangi oleh MissA’s Suzy, Kim Soo-hyun dan 2pm’s Taec-yeon, sudah mencapai mimpi mereka menjadi bintang besar!
Setiap murid di Kirin High School menjadi penyanyi, artis, dan guru.  Tapi sekarang mereka menjadi kartun! Tapi, komik 2011 ini menggambarkan 5000 capture dari scene drama KBS.
Dan Volume.02 dari Komik “Dream High” akan dibuat sekitar bulan April. kita nantikan saja... :)

Rabu, 30 Maret 2011

aku hari ini........

Langit yang mulai gelap memperlihatkanku akan sisi lain kehidupan. Aku termenung mendengar suara adzan. Disana-sini sayup-sayup terdengar lantunan kata-kata nan indah sebagai rasa syukur kepada sang Maha Pencipta alam semesta. Insecta malam  pun ramai mendendangkan lagu kebangsaan mereka. Kurasakan penat ini agak berkurang karena kehangatan rumah yang merengkuhku.
                Kuliah hari ini sungguh membawa kesan yang berbeda untukku. Tak hanya ilmu pasti yang ku dapat, kali ini ilmu kehidupan pun kudapat. Allah S.W.T telah menyadarkanku akan suatu hal melalui seorang teman. Siang tadi, kucurahkan semua keluh kesahku yang selama ini tertahan dan begitu menyesakkan dada. Kuceritakan bagaimana kisahku memasuki kampusku sekarang.
                Kukatakan sejujurnya bahwa, bukanlah inginku untuk melanjutkan pendidikan di sini. Ini hanya kemauan orang tua semata, terutama ibu. Satu semester telah berlalu, namun aku tak bisa menghilangkan bayang tentang kampus impianku dan juga cita-citaku. Aku masih berharap bahwa aku bisa keluar dari tempat ini dan memulai lembaran baru di tempat lain.
                Kuceritakan pula segala kemudahan-kemudahan yang kudapat selama satu semester ini. Mulai dari IP, peringkat, dan kenikmatan-kenikmatan yang lain yang kudapat selama ini. Kusampaikan pula inginku untuk bisa keluar dari kampus ini dan melanjutkan studi di tempat lain.


                Tanpa terasa air mata menetes di kanan-kiri pipiku, baru kini kusadari nikmat Allah yang begitu dahsyat yang senantiasa mengalir tiada tara. Dada ini sesak saat kuingat niat-niat jelekku selama ini. Jantungku berdegup begitu kencangnya saat kusadari bahwa saat ini Allah tengah mengujiku melalui nikmat-nikmatNya. Aku terlalu bodoh untuk dapat menyadari sendiri semua ini, hingga Allah mengutus seorang teman untuk menyadarkanku. Air mata itu tak terbendung lagi, tangisku semakin menjadi






Ya Allah terima kasih atas ujian yang Engkau berikan, semoga hamba termasuk hamba-hamba yang lulus dari ujian yang kau berikan. ampuni kekhufuran hambaMu ini ya Allah, terlalu banyak kesalahan yang Hamba perbuat, tapi Engkau selalu memberikan nikmat-nikmat yang tiada terkira pada hamba. Akhirnya baru kini  dapat hamba sadari bahwa nikmat-nikmat yang Engkau curahkan pada Hamba bukanlah nikmat semata, tetapi sesungguhnya  dibalik semua ini Engkau tengah menguji hamba. Terima kasih telah menyadarkan hamba ya Allah, hingga mulai saat ini hamba bisa lebih banyak mengucap syukur padamu, begitupun seterusnya.

Alhamdulillah

-belum selesai-

Minggu, 27 Maret 2011

hihihiiiiiiiii