Jumat, 01 April 2011

aku hari ini

Aku hari ini
Dalam  jarak ini, raut wajahmu tak begitu jelas kulihat, namun setiap langkah kakimu ke depan, serta setiap langkahku ke kedepan, membawa kita menerjang  kata ‘ jarak’. Semakin dekat, makin dekat, mendekat lagi, dan akhirnya kita berada pada garis yang sama. Entah mengapa, dari jauh aku berani memandang ke arahmu, tapi setelah jarak tak lagi ada, aku tak kuasa menolehkan kepala walau hanya sejenak. Yang ku bisa lakukan  hanya menunduk menatap kubik-kubik lantai kampus.
Teruuuss kita melangkah ke depan,,,dan setiap langkah ini mencipta kata ‘jarak’, yang sebelumnya telah kita terjang. Semakin melangkah, semakin jarak itu jelas tercipta. Hati berbisik pelan, berkata bahwa aku harus menoleh. Bisikan itu aku acuhkan saja, sementara aku terus melangkah.
            Semakin banyak langkah yang aku tapakkan, semakin panjang sela diantara kita. Bisikanpun semakin menggebu, dan akhirnya aku tak kuasa lagi mengacuhkannya. Aku menoleh tepat sebelum langkah kakinya yang terakhir membawanya menyusup kedalam kegelapan koridor.


0 komentar:

Posting Komentar